Wednesday, 21 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Minyak Koreksi, Brent dan WTI Tetap Menuju Lonjakan Mingguan

Minyak Koreksi, Brent dan WTI Tetap Menuju Lonjakan Mingguan
Minyak Koreksi, Brent dan WTI Tetap Menuju Lonjakan Mingguan

🏠 Beranda › Berita › Minyak Koreksi, Brent dan WTI Tetap Menu…

Oil

📅 2026-09-04   🕐 15:25   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak merosot pada perdagangan Jumat (4/9), namun masih berada di jalur kenaikan mingguan yang tajam bersamaan meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran. Kekhawatiran market terutama tertuju pada potensi gangguan berkepanjangan bagi arus energi melalui Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting dunia.

Brent untuk pengiriman November turun sekitar 0,5% ke level US$95,09 per barel, sementara minyak mentah WTI turun 0,5% jatuh ke US$90,81 per barel. Meski terkoreksi secara harian, Brent masih menuju kenaikan sekitar 7% sepanjang pekan, sedangkan WTI berada di jalur penguatan sekitar 10%. Kedua kontrak di awal sempat menyentuh level tertinggi dalam enam pekan.

Lonjakan harga minyak sepanjang minggu dipicu oleh eskalasi konflik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan kepada sejumlah target di Iran, termasuk komoditas militer di sekitar Selat Hormuz. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap posisi Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Teluk, termasuk di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.

Selat Hormuz kini berubah jadi pusat

Selat Hormuz kini berubah jadi pusat perhatian utama para pelaku peringkat. Iran dilaporkan memperluas pembatasan bagi pelayaran internasional melalui kawasan tersebut, sehingga meningkatkan risiko terganggunya pasokan minyak mancanegara. Jika hambatan terhadap lalu lintas kapal berlangsung lebih lama, kondisi tersebut berpotensi memperketat pasar energi dan kembali mendorong harga minyak lebih tinggi.

Di luar risiko bagi pasokan energi, konflik juga meningkatkan kekhawatiran terhadap korban sipil dan ketidakstabilan geopolitik yang lebih luas. Peringkat kemungkinan akan terus mencermati perkembangan di kawasan Teluk dan Selat Hormuz, karena setiap eskalasi baru dapat memperbesar premi risiko geopolitik dan menjaga volatilitas harga minyak tetap tinggi dalam jangka pendek.(yds)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

Sumber

Artikel ini mengutip laporan Newsmaker.id . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.