
🏠 Beranda › Berita › emas Bangkit, NFP Jadi Penentu
Gold
Emas Bangkit, NFP Jadi Penentu
Harga emas melanjutkan pemulihan pada perdagangan awal
Asia, Jumat (04/09), dengan bergerak di sekitar US$4.470 per troy ons. Logam
mulia kembali mendapat dukungan setelah peringkat mengurangi perkiraan kenaikan
suku bunga Federal Reserve pada September.
Perubahan suasana pasar terjadi setelah Gubernur The Fed
Christopher Waller menyatakan dirinya cenderung mempertahankan suku bunga
apabila data inflasi berikutnya kembali menjelaskan
apabila data inflasi berikutnya kembali menjelaskan perlambatan. Pernyataan
tersebut meredakan kekhawatiran market yang sejak lama meningkat akibat komentar
hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh.
Peluang kenaikan suku bunga sebesar 25
Peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada
September kini turun jatuh ke sekitar 50,2%, dari 63,2% sebelum Waller
menyampaikan pernyataannya. Berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga menekan
dolar AS dan imbal hasil obligasi,
dolar AS dan imbal hasil obligasi, sehingga membuat emas kembali menarik bagi
Namun, Waller belum sepenuhnya menutup peluang kenaikan
suku bunga. Ia menegaskan bahwa kebijakan berikutnya tetap bergantung pada data
ekonomi, terutama inflasi. Jika tekanan harga
ekonomi, terutama inflasi. Jika tekanan harga kembali meningkat, The Fed masih
dapat memilih untuk menaikkan suku bunga.
Perhatian peringkat kini tertuju pada laporan Nonfarm
Payrolls AS yang akan dirilis Jumat
Payrolls AS yang akan dirilis Jumat malam. Ekonomi AS diestimasi menambah
56.000 pekerjaan pada Agustus, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan
tetap berada di level 4,1%.
Ujar analisa Newsmaker, NFP yang lebih
rendah dari perkiraan dapat menekan dolar dan memperkuat kenaikan emas di atas
US$4.470. Sebaliknya, pertumbuhan pekerjaan yang lebih kuat berpotensi
menghidupkan kembali taruhan kenaikan suku bunga
menghidupkan kembali taruhan kenaikan suku bunga The Fed, mendorong dolar
naik, dan memicu koreksi pada harga emas.
