Hormuz Mulai Cair, Minyak Makin Jatuh

📅 2026-08-27
🕐 08:00
📰 Sumber: Newsmaker.id

Harga

minyak kembali turun untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan Rabu

(26/08) setelah Iran dan Oman membahas kerangka sementara untuk membuka kembali

pelayaran melalui Selat Hormuz. Brent turun

pelayaran melalui Selat Hormuz. Brent turun sekitar 2% ke US$86,82 per barel,

membawa koreksi pekan ini merupakan sekitar 8%, sementara WTI merosot 1,8% ke

US$80,89 per barel.

Tekanan

jual semakin kuat setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menlu

Oman Badr Albusaidi membahas pembentukan koridor maritim bersama sementara.

Kedua pihak juga berencana melanjutkan pembicaraan

Kedua pihak juga berencana melanjutkan pembicaraan teknis terkait koridor

permanen, pengelolaan lalu lintas kapal, pertukaran informasi, dan layanan

keamanan di jalur strategis tersebut.

Pasar

mulai memperhitungkan kemungkinan deeskalasi konflik yang lebih cepat. Iran

menyebut jalur sementara telah disepakati, sementara negosiasi untuk rute

permanen dapat berlangsung dalam 30 hingga

permanen dapat berlangsung dalam 30 hingga 60 hari. Kunjungan Kepala Angkatan

Darat Pakistan ke Iran yang disebut menghasilkan kemajuan diplomatik turut

memperkuat harapan bahwa kedua pihak mulai mencari jalan keluar dari konflik.

Sentimen

bearish minyak juga diperkuat oleh respons market yang relatif datar bagi

rencana sanksi ekonomi terbaru AS. Washington dinilai belum mengambil langkah

ekstrem bagi mitra dagang utama Iran

ekstrem bagi mitra dagang utama Iran seperti China, sehingga risiko

hilangnya pasokan secara tiba-tiba dianggap lebih kecil dibanding skenario

eskalasi militer.

Dari

sisi pasokan, American Petroleum Institute melaporkan persediaan minyak mentah

AS naik sekitar 4,2 juta barel pekan lalu. Jika dikonfirmasi oleh data resmi,

kenaikan tersebut akan merupakan peningkatan mingguan

kenaikan tersebut akan merupakan peningkatan mingguan keempat berturut-turut dan

menambah tekanan bagi harga. Di sisi lain, risiko pasokan produk tetap ada

setelah Rusia mempertimbangkan memperpanjang pembatasan ekspor diesel di tengah

serangan Ukraina bagi kilang.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF