emas Tersandung, Dolar dan Yield Kembali Menekan
Harga
emas merosot pada perdagangan sesi Asia Selasa setelah penguatan dolar AS dan
kenaikan yield Treasury kembali menekan bullion. Spot gold turun sekitar 0,3%
ke US$4.638 per troy ons, melanjutkan
ke US$4.638 per troy ons, melanjutkan koreksi setelah sejak awal sempat
bergerak mendekati area psikologis US$4.700.
Kenaikan
yield Treasury meningkatkan opportunity cost memegang
yield Treasury meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak
memberikan bunga, sementara dolar yang lebih kuat membuat bullion berubah jadi lebih
mahal bagi investor dengan mata uang lain. Kombinasi dua faktor tersebut memicu
aksi profit taking setelah reli besar
aksi profit taking setelah reli besar emas dalam beberapa sesi terakhir.
Pasar
juga mulai menahan posisi menjelang Jackson Hole Symposium, karena investor
menunggu sinyal terbaru mengenai arah kebijakan
menunggu sinyal terbaru mengenai arah kebijakan Federal Reserve. Minimnya
forward guidance membuat komentar pejabat Fed, khususnya Ketua Fed Kevin Warsh,
berpotensi memicu volatilitas besar pada dolar, yield, dan emas.
Analisis
Newsmaker: koreksi kini masih terlihat
sebagai konsolidasi setelah reli kuat, tetapi kemampuan gold mempertahankan
area US$4.620–US$4.600 jatuh ke penting. Jika
area US$4.620–US$4.600 jatuh ke penting. Jika dolar dan yield terus mengalami kenaikan,
tekanan dapat berlanjut. Sebaliknya, sinyal dovish dari Jackson Hole berpotensi
membawa buyer kembali menguji US$4.680–US$4.700.(yds)
Sumber:
Newsmaker.id
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
