OIL

Minyak Terkoreksi, Sanksi Bessent Belum Goyahkan Pasar

📅 2026-08-25
🕐 03:17
📰 Sumber: Newsmaker.id

Harga

minyak turun lebih dari US$2 per barel pada perdagangan Senin (24/8) setelah

investor melakukan aksi ambil untung dan peringkat relatif mengabaikan perluasan

sanksi AS bagi Iran. Brent turun

sanksi AS bagi Iran. Brent turun 2,35% ke US$92,17 per barel, sedangkan WTI

mengalami penurunan 2,35% ke US$85,01. Meski terkoreksi, keduanya masih membukukan kenaikan

lebih dari 5% dalam dua pekan berturut-turut.

Menteri

Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan perluasan sanksi sekunder kepada

perusahaan dan negara yang masih mempertahankan hubungan bisnis dengan Iran.

Langkah tersebut memperbesar tekanan ekonomi Washington

Langkah tersebut memperbesar tekanan ekonomi Washington terhadap Teheran,

tetapi sejauh ini belum memicu lonjakan harga minyak karena bursa sudah lebih

dahulu memperhitungkan risiko gangguan pasokan.

Pasokan

tetap berubah jadi perhatian karena lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz masih

sangat terbatas. Data pelayaran memaparkan kurang dari 20 kapal Trading Komoditas

melintasi jalur tersebut sepanjang akhir pekan.

melintasi jalur tersebut sepanjang akhir pekan. Padahal, sebelum konflik,

Hormuz jatuh ke jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak mancanegara.

Meski

aktivitas pelayaran terhambat, sejumlah produsen masih

aktivitas pelayaran terhambat, sejumlah produsen masih berupaya mengalirkan

minyak melalui jalur tersebut. TotalEnergies menyatakan masih dapat mengangkut

minyak secara menguntungkan, sementara SOMO Irak dan QatarEnergy dilaporkan

menawarkan minyak untuk pemuatan di dalam

menawarkan minyak untuk pemuatan di dalam kawasan Selat Hormuz. Kondisi ini

menunjukkan pasokan belum sepenuhnya terputus, tetapi biaya dan risiko

pengiriman meningkat.

Analisis

Newsmaker: koreksi minyak hari ini lebih

mencerminkan profit taking daripada perubahan fundamental merupakan bearish.

Risiko terbesar tetap berada pada Hormuz

Risiko terbesar tetap berada pada Hormuz dan potensi eskalasi setelah perluasan

sanksi Bessent. Jika lalu lintas kapal semakin terhambat atau Iran merespons

dengan memperketat blokade, premi risiko dapat kembali melonjak. Morgan Stanley

bahkan memperkirakan Brent berpotensi mencapai US$100

bahkan memperkirakan Brent berpotensi mencapai US$100 per barel pada kuartal

IV, sehingga area US$95–US$100 berubah jadi zona penting yang perlu dipantau peringkat.

(arl)

Sumber

: Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan Mulai Investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF