
Inflasi Naik, Euro Makin Kuat
EUR/USD menguat pada perdagangan Rabu (19/8) dan bergerak di sekitar level 1,1600 selama sesi Eropa. Penguatan pasangan ini terjadi setelah Euro mendapatkan dukungan dari data inflasi kawasan Euro yang masih berada di atas target European Central Bank.
Inflasi tahunan Eurozone berdasarkan Harmonized Index of Consumer Prices naik menjadi 2,9% pada Juli dari 2,8% pada Juni, sesuai estimasi awal. Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi juga meningkat menjadi 2,5% dari 2,4%, menunjukkan tekanan harga dasar masih cukup kuat.
Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa ECB masih perlu mempertahankan sikap hawkish. ING menilai kenaikan biaya energi menjadi salah satu faktor utama yang menjaga tekanan inflasi tetap tinggi. Kepala Ekonom ECB Philip Lane juga memperingatkan bahwa inflasi kawasan Euro berpotensi bertahan di sekitar 3% sepanjang tahun dan masih tinggi hingga tahun depan.
Risiko El NiƱo turut menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan harga pangan global dan menambah tekanan inflasi. Kombinasi harga energi yang tinggi dan risiko kenaikan harga makanan membuat Pasar semakin berhati-hati terhadap kemungkinan ECB mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan kembali memperketat kebijakan.
Dari sisi Dolar AS, EUR/USD juga mendapat dukungan dari menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September. Data Retail Sales AS yang melemah, kontraksi lapangan kerja, serta inflasi yang relatif terkendali membuat peluang kenaikan suku bunga Fed turun menjadi sekitar 32,8%, dari 51,2% sebulan sebelumnya. Fokus Pasar berikutnya tertuju pada FOMC Minutes Juli untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan Fed.
Analisis Newsmaker: EUR/USD saat ini mendapatkan dukungan dari dua sisi sekaligus, yaitu inflasi Eurozone yang menjaga ECB tetap hawkish dan melemahnya ekspektasi kenaikan suku bunga Fed yang menekan Dolar AS. Selama sentimen ini bertahan, Euro berpeluang mempertahankan momentum Penguatan di sekitar 1,1600. Namun, nada FOMC Minutes yang lebih hawkish dari perkiraan dapat kembali memperkuat Dolar dan membatasi kenaikan EUR/USD. (arl)
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.
