
Houthi Serang Tanker, Brent Tembus US$95
Harga Minyak kembali menguat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah menyerang dua tanker Arab Saudi di Laut Merah. Serangan ini memperluas konflik Timur Tengah dan meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.
Brent naik 1,3% ke level US$95,25 per barel setelah sebelumnya ditutup di level tertinggi enam pekan. Sementara itu, West Texas Intermediate atau WTI menguat 1% ke sekitar US$87,71 per barel, setelah sempat naik hingga 1,8% pada awal perdagangan.
Houthi menyatakan telah menembakkan rudal dan drone ke dua kapal tanker bernama Encelia dan Layla karena dianggap melanggar blokade. Tak lama sebelum pernyataan itu, UK Maritime Trade Operations melaporkan sebuah kapal terkena proyektil di dekat pesisir Laut Merah Arab Saudi dan mengalami kebakaran.
Serangan ini menjadi eskalasi serius karena menandai serangan pertama terhadap tanker Minyak di Laut Merah. Jalur tersebut menjadi rute penting bagi Arab Saudi untuk mengekspor Minyak sekaligus mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz yang juga sedang terganggu akibat konflik AS-Iran.
Kekhawatiran Pasar semakin besar karena pasukan AS kembali melancarkan serangan hari ke-12 terhadap Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang Kuwait. Di sisi lain, AS dan Iran sama-sama meredam peluang pembicaraan damai, sehingga risiko konflik berkepanjangan masih tinggi.
Dampaknya ke market, harga Minyak berpotensi tetap kuat selama serangan di Laut Merah dan Selat Hormuz belum mereda. Jika gangguan pasokan semakin panjang, Brent berpeluang menembus US$100 per barel. Kenaikan Minyak juga dapat memicu inflasi energi, menekan Pasar saham, memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi, dan membuat Dolar AS serta Emas bergerak lebih volatil.(asd)*
Sumber: newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Analisis Trading dan Portofolio Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.
