
Tiga Kapal Diserang, Harga Minyak Melonjak
Harga Minyak melonjak hampir 6% pada Selasa (7/7)setelah serangan terhadap kapal di kawasan Teluk Persia memicu respons keras dari Amerika Serikat. Washington mencabut pelonggaran sanksi yang sebelumnya mengizinkan penjualan Minyak mentah Iran.
West Texas Intermediate atau WTI sempat menembus US$72 per barel dalam perdagangan setelah penutupan Selasa. Kenaikan terjadi setelah tiga kapal, termasuk tanker Minyak Saudi dan kapal pengangkut gas alam Qatar, dilaporkan diserang di sekitar Selat Hormuz.
Serangan tersebut mengancam gencatan senjata rapuh antara Amerika Serikat dan Iran. Pencabutan izin penjualan Minyak Iran menjadi sinyal bahwa kesepakatan damai sementara mulai tertekan. Sebelumnya, pelonggaran terhadap sektor Minyak Iran menjadi salah satu bagian penting dari kesepakatan tersebut.
Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena jalur ini menghubungkan produsen Minyak Teluk Persia dengan Pasar global. Meski lalu lintas kapal mulai pulih setelah sempat hampir tertutup akibat perang AS-Iran, aktivitas pelayaran masih belum kembali ke level sebelum konflik.
Sebelumnya, harga Minyak sempat turun sekitar 30% pada kuartal kedua setelah Washington dan Teheran menyepakati kesepakatan damai sementara. Namun, serangan terbaru kembali menghidupkan kekhawatiran gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Iran juga menyatakan kepada badan pelayaran PBB bahwa mereka memiliki otoritas atas sebagian wilayah Selat Hormuz.
Pada penutupan perdagangan di New York, WTI untuk pengiriman Agustus naik 2,8% ke US$70,44 per barel, lalu melanjutkan kenaikan hingga sempat menyentuh US$72,51 setelah settlement. Brent untuk pengiriman September naik 3% dan ditutup di US$74,16 per barel. Sementara itu, harga gas alam Eropa juga melonjak hingga 9,1% karena Pasar khawatir serangan kapal dapat mengganggu pengiriman LNG melalui Hormuz. (arl)
Sumber: newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.
