Analisis Dolar Australia Melemah Dekat 0,6900 - Data Pasar 2026-06-26

Dolar Australia Melemah Dekat 0,6900

Dolar Australia melemah terhadap Dolar Amerika Serikat pada awal perdagangan Asia Jumat (26/06). Pasangan AUD/USD bergerak di sekitar level 0,6900 karena greenback kembali mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga pada tahun ini.
Tekanan terhadap Aussie muncul setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan bahwa tekanan harga masih tinggi. Indeks harga Personal Consumption Expenditures atau PCE utama naik 4,1% secara tahunan pada Mei, lebih tinggi dari 3,8% pada April. Sementara itu, core PCE yang menjadi ukuran inflasi pilihan The Fed naik menjadi 3,4% secara tahunan dari 3,3% sebelumnya.
Secara bulanan, core PCE naik 0,3%, sesuai dengan ekspektasi Pasar. Meski tidak memberikan kejutan yang lebih panas, angka inflasi tersebut tetap menunjukkan bahwa tekanan harga di Amerika Serikat belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini membuat Pasar tetap mempertahankan peluang kenaikan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan mendatang.
Kepala Ekonom AS BMO Capital Markets, Scott Anderson, menilai inflasi PCE masih terlalu tinggi dan akan membuat The Fed bertahan pada kebijakan ketat sambil mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga dalam rapat mendatang. Ia juga menyoroti bahwa inflasi jasa tidak akan mudah dijinakkan hanya dengan penurunan harga energi.
Di sisi lain, data tenaga kerja Australia membantu membatasi pelemahan Dolar Australia. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,4% pada Mei dari 4,5% pada April, sejalan dengan ekspektasi Pasar. Penurunan ini menunjukkan bahwa Pasar tenaga kerja Australia masih memiliki daya tahan, terutama setelah terjadi rebound dalam perekrutan tenaga kerja.
Namun, dukungan dari data tenaga kerja Australia belum cukup untuk mendorong AUD/USD menguat. Dolar AS masih lebih dominan karena investor lebih fokus pada arah kebijakan The Fed. Selama inflasi AS tetap tinggi dan peluang kenaikan suku bunga masih terbuka, tekanan terhadap mata uang berisiko seperti Dolar Australia kemungkinan masih berlanjut.
Pelaku Pasar selanjutnya akan mencermati laporan Michigan Consumer Sentiment AS yang dirilis pada Jumat. Data tersebut akan menjadi petunjuk tambahan mengenai kondisi konsumen Amerika Serikat dan ekspektasi inflasi. Jika sentimen konsumen dan ekspektasi inflasi tetap kuat, Dolar AS berpotensi mempertahankan Penguatan terhadap Aussie.
Secara teknikal, AUD/USD masih berada dalam tekanan selama tertahan di sekitar area 0,6900. Jika Dolar AS terus menguat, pasangan ini berisiko menguji area support berikutnya. Namun, jika data AS mulai melemah atau ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali turun, Aussie berpeluang mencoba rebound terbatas.(asd)
Sumber : newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam Platform Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

analisis teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

By IT EF