
Minyak Naik Usai AS Serang Iran
Harga Minyak Brent naik lebih dari 2% dalam perdagangan Asia pada hari Selasa (26 Mei), menyusul serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran. Tindakan ini memperbarui kekhawatiran Pasar, karena prospek kesepakatan perdamaian dan pembukaan kembali Selat Hormuz masih belum jelas.
Brent naik sekitar 2,1%, menjadi US$98,12 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah penurunan harga yang tajam sekitar 7% pada sesi sebelumnya, karena Pasar berharap konflik akan segera mereda. Sementara itu, Minyak WTI berada di sekitar US$91,79 per barel, masih di bawah tekanan dibandingkan dengan penutupan akhir pekan lalu.
Para pelaku Pasar menilai bahwa serangan AS di Iran selatan dan serangan Israel terhadap Hizbullah telah meningkatkan risiko geopolitik. Kondisi ini mendorong harga Brent naik dan memperlebar selisih harga dengan WTI. Ketidakpastian meningkat setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan negosiasi dengan Iran dapat memakan waktu beberapa hari.
Selat Hormuz tetap menjadi perhatian utama bagi Pasar energi global. Sejak konflik dimulai, Iran dilaporkan telah membatasi sebagian besar pengiriman non-Iran melalui Selat Hormuz. Ini meskipun Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi sekitar seperlima aliran Minyak dan gas alam cair dunia.
Sementara itu, Washington dan Teheran dilaporkan telah membuat kemajuan dalam membahas nota kesepahaman untuk menghentikan sementara perang. Perjanjian tersebut dilaporkan memberi kedua belah pihak waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir. Salah satu poin yang dibahas adalah kemungkinan membersihkan ranjau di Selat Hormuz untuk memungkinkan kapal dari berbagai negara melewatinya dengan aman.
Terlepas dari tanda-tanda kemajuan, Pasar tetap tidak yakin tentang keberhasilan perjanjian tersebut. Presiden AS Donald Trump kembali menuntut agar Iran menyerahkan uranium yang diperkaya untuk dimusnahkan. Hal ini membuat pelaku Pasar gelisah, karena kesepakatan tersebut dapat runtuh pada tahap akhir dan memicu lonjakan harga Minyak lainnya. (asd)*
Sumber: newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Instrumen Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.
