Analisis Minyak Naik Saat Pasar Meragukan Deal AS-Iran, Hormuz Tetap Tersendat - Data Pasar 2026-04-16

Minyak Naik Saat Pasar Meragukan Deal AS-Iran, Hormuz Tetap Tersendat

Harga Minyak menguat pada Kamis (16/4), berbalik dari pelemahan awal, ketika Pasar mempertanyakan apakah perundingan damai AS–Iran akan menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang yang memicu disrupsi pasokan energi Timur Tengah. Brent naik US$1,65 atau 1,7% ke US$96,58/barel pada 08:32 GMT, sementara WTI naik US$1,45 atau 1,6% ke US$92,74/barel. Kedua patokan ditutup nyaris tidak berubah pada Rabu setelah bergerak dalam rentang lebar.
Konflik AS–Israel dengan Iran telah menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur yang biasanya menyalurkan sekitar 20% arus Minyak dan LNG global. Pejabat AS dan Iran disebut mempertimbangkan kembali ke Pakistan untuk pembicaraan lanjutan secepat akhir pekan ini, sementara kepala angkatan darat Pakistan tiba di Teheran pada Rabu sebagai mediator. Sumber yang mengetahui pembahasan mengatakan Iran dapat mempertimbangkan mengizinkan kapal melintas bebas melalui sisi Oman di Hormuz jika ada kesepakatan yang mencegah konflik kembali pecah setelah gencatan senjata dua pekan yang dimulai 8 April.
Namun risiko pasokan dinilai masih tinggi. ING memperkirakan sekitar 13 juta barel per hari arus Minyak terganggu akibat penutupan Hormuz, bahkan setelah memperhitungkan pengalihan via pipa dan sebagian kecil kapal yang masih lewat. Gangguan ini berpotensi bertambah setelah AS mengumumkan blokade terhadap pelabuhan Iran menyusul gagalnya pembicaraan akhir pekan lalu. Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga mengatakan Washington tidak akan memperbarui keringanan sanksi untuk sebagian Minyak Iran dan Rusia.
Di sisi data, EIA melaporkan persediaan Minyak, bensin, dan distilat AS turun pekan lalu, seiring negara-negara mencari pasokan pengganti yang mendorong ekspor dan menekan impor. Pasar kini memantau kelanjutan pembicaraan AS–Iran, status operasional Hormuz (termasuk opsi “sisi Oman”), rincian penegakan blokade AS, serta dampak kebijakan sanksi dan data persediaan berikutnya terhadap keseimbangan pasokan jangka pendek. (Arl)*
Sumber: Newsmaker.id

Analisis Komprehensif Pasar Minyak

Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.

Faktor Penentu Harga Minyak

  • Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
  • Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
  • Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
  • Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

analisis teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

By IT EF