Thursday, 22 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Minyak Menguat, Serangan Energi Iran Perpanjang Premi Risiko

Minyak Menguat, Serangan Energi Iran Perpanjang Premi Risiko

Analisis Minyak Menguat, Serangan Energi Iran Perpanjang Premi Risiko - Data Pasar 2026-03-17

Harga Minyak menguat setelah mencatat penurunan pertama dalam hampir sepekan, seiring perang di Timur Tengah memasuki minggu ketiga dan Iran melanjutkan serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan. Brent kembali naik di atas US$104 per barel setelah turun hampir 3% pada Senin, sementara WTI bergerak di sekitar US$97, mencerminkan Pasar yang tetap digerakkan oleh risiko pasokan dan headline geopolitik.
Gangguan fisik kembali menjadi tema utama. Operasi dilaporkan dihentikan di ladang gas Shah di Uni Emirat Arab, ladang Minyak di Irak menjadi sasaran drone dan rudal, serta pemuatan Minyak mentah dari pelabuhan Fujairah kembali terhenti. Dengan pengiriman melalui Selat Hormuz yang nyaris berhenti sejak konflik dimulai, tekanan pasokan mulai terasa pada konsumen, terutama di Asia.
Meski AS bersiap melepas tranche pertama cadangan darurat—yang sempat menekan harga pada Senin—Pasar menilai bantalan cadangan tidak mengubah masalah inti bila jalur pengiriman tetap berisiko dan serangan terhadap fasilitas energi berlanjut. Israel juga mengklaim telah membunuh pejabat senior Iran, termasuk kepala keamanan Ali Larijani, meski Iran belum mengonfirmasi, menambah ketidakpastian arah eskalasi.
Dari sisi kebijakan, Presiden AS Donald Trump mengancam memperluas serangan di Pulau Kharg untuk menargetkan infrastruktur Minyak, sekaligus menyatakan AS telah “menghancurkan” kemampuan Teheran mengancam pelayaran komersial dan kembali meminta dukungan negara lain untuk mengamankan jalur laut. Namun, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan Washington membiarkan Iran tetap mengirim Minyak melalui Hormuz dan AS belum melakukan intervensi di Pasar derivatif energi—sinyal bahwa strategi stabilisasi masih bertumpu pada jalur pasokan dan koordinasi keamanan, bukan pembatasan transaksi.
Di kawasan, UEA dan Kuwait disebut memangkas produksi lebih lanjut, sementara Arab Saudi berupaya meningkatkan ekspor lewat rute alternatif untuk menghindari Hormuz. JPMorgan menilai transit melalui Hormuz berpotensi menjadi “semakin bersyarat”, dengan Iran mengizinkan sebagian kapal lewat tergantung afiliasinya—menciptakan risiko fragmentasi arus pasokan dan memperbesar volatilitas. Data pelacakan juga menunjukkan sebagian kapal melintas melalui rute sangat dekat pantai Iran, dan jumlah kapal Iran yang melintas melonjak pada Senin, termasuk tanker yang menuju China.
Implikasi Pasar tetap asimetris: selama serangan ke infrastruktur energi berlanjut dan normalisasi Hormuz belum jelas, premi risiko cenderung bertahan meski ada pelepasan cadangan. Variabel yang dipantau adalah kelanjutan gangguan di Fujairah/ladang Teluk, status ekspor dari Pulau Kharg, pola izin lintas Hormuz (siapa yang bisa lewat), serta respons produksi dan rute ekspor alternatif. (alg)
Sumber: Newsmaker.id

Analisis Komprehensif Pasar Minyak

Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.

Faktor Penentu Harga Minyak

  • Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
  • Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
  • Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
  • Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan Portofolio Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

analisis teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

Panduan & Informasi Resmi

Sumber

Artikel ini mengutip laporan bestprofit-futures.co.id . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.