Thursday, 22 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Dolar Loyo: Data Lemah & Isu China Jadi Beban

Dolar Loyo: Data Lemah & Isu China Jadi Beban

Analisis Dolar Loyo: Data Lemah & Isu China Jadi Beban - Data Pasar 2026-02-10

Dolar Loyo: Data Lemah & Isu China Jadi Beban

Indeks Dolar AS (DXY) masih tertekan pada Selasa (10/2), meluncur ke area 96,8 atau turun 0,2% sekitar setelah dua sesi sebelumnya sudah jatuh lebih dari 1%. Pasar menangkap pesan yang makin jelas: data AS belakangan ini memberi sinyal ekonomi nggak sekuat ekspektasi, dan itu bikin spekulasi soal pemangkasan suku bunga The Fed kembali naik.
Pemicu terdekat datang dari penjualan ritel yang ternyata lebih lemah dari perkiraan. Belanja konsumen yang mandek di Desember memperkuat narasi bahwa laju pertumbuhan mulai mendingin—sehingga argumen “Fed perlu lebih longgar” terdengar makin masuk akal. Buat Dolar, ini biasanya kombinasi yang nggak enak: data melemah → yield berpotensi turun → DXY ikut kebawa.
Di Pasar uang, ekspektasi pun bergeser. Jika seminggu lalu skenario dominan masih mengarah ke dua kali pemangkasan suku bunga di 2026, kini peluang untuk tiga kali pemangkasan mulai lebih banyak dihitung. Tapi Pasar belum berani all-in, karena putusan finalnya akan sangat ditentukan data berikutnya—terutama laporan tenaga kerja dan inflasi yang akan datang.
Tambahan tekanan datang dari faktor eksternal: muncul kekhawatiran soal minat asing terhadap aset AS, setelah ada laporan bahwa regulator China mendorong lembaga keuangan untuk membatasi kepemilikan Obligasi Pemerintah AS demi mengurangi risiko konsentrasi dan berjaga dari ketidakpastian kebijakan ekonomi AS. Kalau arus diversifikasi ini membesar, Dolar bisa makin sulit cari pijakan. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan Instrumen Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

Panduan & Informasi Resmi

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker.id . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.