Harga Perak melonjak pada perdagangan hari Senin (22/9), menyentuh level tertinggi di atas $44 troy ons didukung oleh melemahnya Dolar AS serta meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve. Sentimen Pasar juga dipengaruhi oleh ketidakpastian politik global, yang mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti logam mulia. Perak, yang sering mengikuti pergerakan Emas, mendapatkan dukungan tambahan dari meningkatnya minat investor untuk diversifikasi portofolio di tengah gejolak ekonomi.
Di sisi fundamental, melemahnya greenback membuat Perak lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan global. Selain itu, spekulasi bahwa The Fed akan memberikan sinyal dovish pada pertemuan mendatang semakin memperkuat prospek bullish untuk logam mulia. Investor juga mencermati data inflasi utama yang akan dirilis pekan ini sebagai acuan arah kebijakan moneter berikutnya. Jika inflasi menunjukkan tanda pelonggaran, peluang pemangkasan suku bunga semakin terbuka lebar, yang berpotensi mendorong Harga Perak lebih tinggi.
Dari sisi teknikal, Perak diperdagangkan mendekati level tertinggi beberapa minggu terakhir, dan analis menilai bahwa tren naik berpotensi berlanjut jika Harga mampu menembus level resistensi kunci. Namun, volatilitas Pasar tetap menjadi perhatian, mengingat faktor geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global. Secara keseluruhan, Perak diperkirakan tetap mendapat dukungan dari kombinasi faktor fundamental, termasuk melemahnya Dolar, ekspektasi penurunan suku bunga, serta meningkatnya permintaan safe haven. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id
