Harga Minyak dunia kembali stabil pada Selasa setelah melemah empat sesi berturut-turut, dengan sorotan utama pada potensi gangguan pasokan Rusia. Brent diperdagangkan di kisaran $66,56 per barel, sementara WTI bertahan di sekitar $62,29. Ketidakpastian meningkat setelah Perdana Menteri Kanada Mark Carney mendesak sekutu Barat untuk segera menjatuhkan sanksi sekunder terhadap Moskow guna memperketat tekanan pada Presiden Vladimir Putin.
Presiden Donald Trump sebelumnya juga meminta negara-negara Eropa berhenti membeli energi Rusia, meski sejauh ini Tiongkok — pembeli terbesar Minyak Rusia — belum terkena Tarif tambahan. Kondisi ini membuat Pasar Minyak terjebak dalam kisaran sempit sekitar $5 per barel sejak awal Agustus, di tengah kekhawatiran surplus pasokan yang semakin nyata.
Laporan terbaru dari IEA menunjukkan potensi kelebihan pasokan di akhir tahun, didorong oleh kembalinya produksi OPEC+ serta peningkatan output dari produsen di luar kelompok tersebut. Situasi ini menambah tekanan pada Harga, membuat investor ragu untuk mengambil posisi agresif.
Selain itu, Pasar juga menunggu kepastian dari Irak yang kemungkinan akan segera melanjutkan ekspor melalui Kurdistan setelah tertunda lebih dari dua tahun akibat sengketa pembayaran. Jika terealisasi, sekitar 230.000 barel per hari berpotensi masuk kembali ke Pasar global dan menambah suplai Minyak dunia.
Source: Bloomberg.com
