Thursday, 22 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Risiko Rusia vs Surplus Global: Minyak Stabil

Risiko Rusia vs Surplus Global: Minyak Stabil

Harga Minyak stabil setelah dua hari menguat karena investor mempertimbangkan potensi sanksi Barat lebih lanjut terhadap pasokan Rusia dibandingkan dengan kelebihan pasokan yang membayangi.
Brent diperdagangkan di atas $67 per barel setelah naik 1,6% dalam dua sesi sebelumnya, sementara West Texas Intermediate mendekati $63. Uni Eropa sedang mempertimbangkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan di India dan Tiongkok yang memungkinkan perdagangan Minyak Rusia sebagai bagian dari paket pembatasan baru yang akan datang, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
Tiongkok dan India telah menjadi pembeli Minyak Rusia terbesar sejak invasi Moskow ke Ukraina pada tahun 2022, dan Washington telah mengenakan “Tarif sekunder” sebesar 50% terhadap New Delhi tetapi sejauh ini belum menjatuhkan sanksi kepada Beijing dalam upayanya untuk mengakhiri perang. Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan bahwa AS tidak akan menindaklanjuti ancaman untuk menghukum Minyak mentah Rusia kecuali Eropa juga melakukannya.
Harga Minyak berjangka telah diperdagangkan dalam kisaran sempit dalam sebulan terakhir, terjebak di antara meningkatnya ketegangan geopolitik dan fundamental yang bearish — yang terbesar adalah kembalinya pasokan OPEC+ yang lebih cepat dari jadwal yang telah mendorong Badan Energi Internasional untuk memperkirakan rekor kelebihan pasokan tahun depan.
Komoditas termasuk Minyak diperkirakan akan mendapat dukungan dari pemangkasan suku bunga Federal Reserve yang diperkirakan minggu ini. Pelonggaran moneter akan menjadi keuntungan bagi ekonomi AS dan permintaan energi.
Beberapa metrik Pasar menunjukkan pelemahan. Spread cepat untuk Brent — selisih antara dua kontrak terdekatnya — diperdagangkan pada 40 sen per barel, turun dari hampir satu Dolar dua bulan lalu, mempersempit struktur bullish yang dikenal sebagai backwardation.
Minyak mentah Brent untuk penyelesaian November naik 0,1% menjadi $67,52 per barel pada pukul 08.28 pagi waktu Singapura. Minyak mentah WTI untuk pengiriman Oktober naik 0,1% menjadi $63,36 per barel. (Arl)
Sumber: Bloomberg

Sumber

Artikel ini mengutip laporan bestprofit-futures.co.id . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.