Harga Minyak dunia cenderung stabil pada Senin (8/9), setelah pelaku Pasar menimbang keputusan OPEC+ yang sepakat menaikkan produksi secara terbatas dan langkah Saudi Aramco memangkas Harga jual ke Asia.
Minyak West Texas Intermediate (WTI) naik tipis 0,6% dan bertahan di atas $62 per barel, setelah minggu lalu anjlok lebih dari 3% karena rumor kenaikan produksi sudah keburu bocor. OPEC+ resmi memutuskan menambah 137.000 barel per hari mulai Oktober, lebih kecil dibanding dua bulan sebelumnya, sehingga bikin investor mulai menutup posisi bearish.
Meski begitu, kenaikan Harga sempat terpangkas setelah Arab Saudi memotong Harga jual crude andalannya untuk Pasar Asia bulan depan. Ini jadi sinyal bahwa Riyadh melihat permintaan bakal melemah. “Pasar udah pricing in kenaikan produksi dari minggu lalu, sekarang fokus ke apakah bakal ada penumpukan stok dan gimana dampak kapasitas cadangan yang makin tipis,” kata Rebecca Babin, Senior Energy Trader di CIBC Private Wealth Group. Menurutnya, ini lebih ke “relief rally” alias kenaikan singkat, yang mungkin cuma bertahan satu-dua hari.
Keputusan OPEC+ ini juga menandai langkah mundur dari kebijakan pemangkasan yang tadinya berlaku sampai akhir 2026. Aliansi produsen Minyak ini lagi coba rebut pangsa Pasar, tapi realitanya jumlah produksi yang benar-benar naik bisa lebih kecil dari angka resmi. Soalnya, ada anggota yang masih harus “bayar utang” jatah kenaikan sebelumnya, sementara yang lain emang nggak punya kapasitas cadangan tambahan.
Untuk Harga, WTI Oktober ditutup di $62,26 per barel di New York, sedangkan Brent kontrak November naik 0,8% ke $66,02 per barel.(yds)
Sumber: Bloomberg

By IT EF