Harga Emas (XAU/USD) bergerak lebih rendah ke sekitar $3.350 pada awal sesi Eropa pada Senin (25/8), tertekan oleh Penguatan Dolar AS (USD). Meski demikian, meningkatnya optimisme terhadap pemangkasan suku bunga pada September setelah komentar Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell di simposium Jackson Hole berpotensi membatasi penurunan logam kuning ini.
Powell membuka peluang penurunan suku bunga pada pertemuan September, namun posisi tersebut bisa menjadi rumit apabila tekanan inflasi terus meningkat. Powell menambahkan bahwa perekonomian AS menghadapi “situasi yang menantang,” dengan risiko inflasi kini condong ke sisi atas dan risiko ketenagakerjaan ke sisi bawah. Pernyataan bernada dovish dari Powell dapat memberikan dukungan bagi Emas, karena suku bunga yang lebih rendah akan mengurangi biaya peluang memegang Emas.
Selain itu, memanasnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina juga dapat menopang kenaikan Emas. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa negaranya akan terus berjuang demi kebebasannya “selama seruan untuk perdamaian belum didengar,” dalam pidato menantang kepada bangsa pada hari kemerdekaan, menurut BBC. Pernyataannya muncul setelah Moskow mengatakan Ukraina menyerang fasilitas listrik dan energi Rusia pada malam hari, menuding serangan drone sebagai penyebab kebakaran di sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah Kursk, Rusia barat.  (ayu)
Sumber: FXStreet.

By IT EF