Minyak melemah setelah KTT AS–Rusia berakhir tanpa eskalasi geopolitik, sehingga meredam kekhawatiran gangguan pasokan. Pasar saham dibuka hati-hati menjelang pembicaraan antara Donald Trump dan presiden Ukraina.
Minyak jenis Brent turun 0,4% pada awal sesi Asia, memperpanjang penurunan tahun ini menjadi 12%. Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,1%, sementara kontrak mayoritas indeks Asia mengindikasikan penurunan tipis. Indeks Dolar cenderung stabil.
Pertemuan Jumat antara Trump dan Vladimir Putin berakhir tanpa sanksi baru pada Rusia atau pembeli minyaknya, mengurangi peluang gangguan ekspor, tulis Tony Sycamore dari IG Australia. Sorotan investor kini ke pertemuan Trump dengan Volodymyr Zelenskiy di Washington untuk melihat arah Pasar berikutnya. Dengan ekspektasi yang sudah rendah jelang KTT, reaksi Pasar diperkirakan terbatas, karena banyak yang bergantung pada kesediaan Ukraina menerima syarat Rusia, kata Jordan Rochester dari Mizuho. Namun “harapannya” dinilai bisa menjaga sentimen risiko perlahan membaik.
Zelenskiy dan para sekutu Eropa tiba di Washington Senin untuk mengetahui komitmen Trump pada KTT dengan Putin, sambil khawatir akan tekanan agar Kyiv membuat konsesi yang sulit. AS diperkirakan menekan isu konsesi teritorial yang diminta Rusia, sementara Kyiv mencari jaminan keamanan. Hasil KTT Jumat dianggap “status quo” sambil menunggu langkah lanjutan, ujar Helima Croft dari RBC Capital Markets; fokus dapat kembali ke India dan China saat AS mencari cara lebih jauh menekan pendapatan Minyak Rusia. “Trump tampaknya menahan tambahan sanksi atau Tarif sekunder pada energi,” katanya.
Pada Jumat, S&P 500 ditutup melemah setelah data menunjukkan sentimen konsumen AS menurun untuk pertama kalinya sejak April dan ekspektasi inflasi naik. Minggu ini, pelaku Pasar menanti data inflasi Jepang (petunjuk peluang kenaikan suku bunga BOJ), serta loan prime rate China di tengah ekspektasi stimulus tambahan dari Beijing untuk meredam perang dagang Trump.
Investor juga bersiap jelang simposium tahunan The Fed di Jackson Hole; pidato Jerome Powell dipantau ketat untuk panduan pemangkasan suku bunga September. “The Fed akan ‘galau’ soal Pasar tenaga kerja, pengangguran, inflasi, dan lain-lain, tapi mereka tetap akan memangkas suku bunga,” tulis Kit Juckes dari Societe Generale.(yds)
Sumber: Bloomberg
