Pertemuan ini dinilai bisa mengubah arus ekspor dari salah satu produsen terbesar dunia. Rusia—eksportir Minyak terbesar kedua setelah Saudi—kini banyak bergantung pada pembeli China dan India yang mengambil Minyak diskon.
Trump meremehkan peluang terobosan, menyebut ada 25% kemungkinan pertemuan gagal. Jika ada kemajuan menuju damai, premi risiko geopolitik bisa menyusut dan menekan Harga. Sebelum KTT, Trump menggandakan Tarif barang India menjadi 50% karena pembelian Minyak Rusia dan mempertimbangkan pengetatan pada “shadow fleet”; namun ia belum menarget China agar tidak memicu lonjakan Harga.
Sebagian analis memperkirakan hasil pertemuan malam ini tidak signifikan dalam jangka pendek; sanksi AS baru kecil kemungkinan, sementara pelonggaran juga tak tertutup—kecuali pertemuan benar-benar gagal. Sentimen tetap rapuh di tengah kekhawatiran kelebihan pasokan beberapa bulan ke depan dan proyeksi rekor surplus pada 2026.
Harga penutupan: WTI kontrak September turun 1,8% ke $62,80/barel; Brent kontrak Oktober melemah 1,5% ke $65,85/barel. Sejak awal tahun, Harga Minyak kehilangan sekitar 10% akibat kekhawatiran permintaan imbas kebijakan dagang Trump dan cepatnya kembalinya pasokan OPEC+.(yds)
Sumber: Bloomberg

By IT EF