Harga Emas menguat tipis pada Selasa (12/8) setelah data inflasi AS memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve, sementara fokus Pasar beralih ke rilis data ekonomi penting lainnya pekan ini.
Harga Emas spot naik 0,1% menjadi $3.347,34 per ons pada pukul 17:50 GMT, didukung pelemahan Dolar yang membuat Emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 0,2% pada Juli, sejalan perkiraan, dengan kenaikan tahunan sebesar 2,7%, sedikit di bawah estimasi 2,8%.
Sementara Bob Haberkorn, analis RJO Futures, menyebut angka inflasi yang “Mixed” tetap mendukung peluang pemangkasan suku bunga. Saat ini pedagang mempertahankan posisi untuk penurunan suku bunga pada September dan Desember, sambil menunggu data lanjutan seperti Producer Price index, klaim pengangguran mingguan, dan penjualan ritel.
Sementara itu, AS dan Tiongkok memperpanjang gencatan Tarif selama 90 hari, meredakan risiko bea masuk besar-besaran.
Di Pasar logam lainnya, Perak spot naik 0,9% menjadi $37,92 per ons, platinum menguat 0,9% ke $1.338,73, sementara paladium turun 0,5% menjadi $1.129,57.
Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup 0,2% lebih rendah di $3.399 per ons, setelah sempat anjlok lebih dari 2% sehari sebelumnya usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan tidak akan memberlakukan Tarif pada Emas batangan impor.(yds)
Sumber: Reuters
