Harga Emas naik tipis pada Rabu, didukung oleh turunnya imbal hasil Obligasi AS (Treasury) dan pelemahan Dolar AS, sementara investor menantikan pernyataan kebijakan dari Federal Reserve yang akan dirilis hari ini sebagai panduan arah kebijakan moneter ke depan.
Harga Emas spot naik 0,1% menjadi $3.329,27 per ounce pada pukul 02.36 GMT, sedangkan Emas berjangka AS naik 0,1% ke $3.326,90.
“Ada kemungkinan The Fed mulai bergeser ke arah kebijakan yang lebih dovish, dan hal itu tercermin pada pergerakan imbal hasil Treasury,” ujar Kelvin Wong, analis Pasar senior di OANDA, seraya menambahkan bahwa kekuatan Dolar juga mulai mereda saat ini.
Indeks Dolar AS mundur dari level tertingginya dalam lebih dari satu bulan, sementara imbal hasil Obligasi 10 tahun AS berada dekat posisi terendah satu bulan pada Rabu.
The Fed secara luas diperkirakan akan menahan suku bunga, meskipun Presiden AS Donald Trump terus menyerukan pemangkasan suku bunga. Pasar masih memperkirakan adanya potensi pemangkasan suku bunga pada bulan September.
Emas biasanya mendapat keuntungan dalam lingkungan suku bunga rendah.
Menurut Wong, jika Harga Emas menembus $3.350 pada akhir pekan ini, terutama dengan rilis data inflasi dan laporan ketenagakerjaan AS yang akan datang, momentum bisa kembali berpihak pada kenaikan Harga, setidaknya dalam jangka pendek.
Pada Selasa, pejabat AS dan Tiongkok sepakat untuk mencari perpanjangan gencatan Tarif 90 hari yang akan berakhir pada 12 Agustus, setelah dua hari pembicaraan di Stockholm. Pejabat AS menyatakan bahwa keputusan akhir ada di tangan Presiden Trump.
Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa menaikkan sedikit proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2025 dan 2026, menyusul pembelian yang lebih kuat dari perkiraan menjelang kenaikan Tarif AS pada 1 Agustus, dan penurunan Tarif efektif AS dari 24,4% menjadi 17,3%.
Harga logam lainnya:
Perak spot turun 0,1% ke $38,14 per ounce.
Platina melemah 0,6% ke $1.386,31.
Palladium naik 0,4% ke $1.262,99.
Sumber: Reuters
