Harga Emas naik tipis pada hari Selasa (17/6) karena ketegangan antara Iran dan Israel meningkatkan permintaan akan aset safe haven, tetapi dolar yang lebih kuat membatasi kenaikan, sementara harga Perak melonjak ke level tertinggi dalam 13 tahun.
Harga Emas spot naik 0,2% menjadi $3.390,59 per ons pada pukul 01.51 siang EDT (17.51 GMT). Harga Emas berjangka AS ditutup 0,3% lebih rendah pada $3.406,9.
Indeks dolar AS menguat 0,8%, Sehingga membuat Emas batangan yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
“Menurut Jim Wycoff, analis senior Kitco Metals, ketegangan geopolitik khususnya perang Israel-Iran yang tampaknya belum akan mereda masih menjadi fondasi kuat bagi aset safe haven seperti Emas.”
Sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia menginginkan “akhir yang sesungguhnya” dari pertikaian nuklir dengan Iran, dan mengindikasikan bahwa ia mungkin akan mengirim pejabat senior Amerika untuk bertemu dengan Republik Islam tersebut saat perang udara Israel-Iran berkecamuk untuk hari kelima.
Di tempat lain, Federal Reserve akan mengumumkan keputusan kebijakannya pada hari Rabu, diikuti oleh konferensi pers Ketua Jerome Powell.
Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam kisaran 4,25%-4,50%, yang telah berlaku sejak Desember.
Bank-bank sentral di seluruh dunia mengharapkan kepemilikan Emas mereka sebagai proporsi cadangan mereka akan meningkat selama lima tahun ke depan, sebuah survei oleh World Gold Council menunjukkan.
Data menunjukkan bahwa penjualan ritel AS turun lebih dari yang diharapkan pada bulan Mei, tetapi belanja konsumen tetap didukung oleh pertumbuhan upah yang solid.
Perak spot naik hampir 2% menjadi $37,05 per ons, mencapai level tertinggi sejak Februari 2012.(yds)
Sumber: Reuters
