Thursday, 22 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Dolar AS Melemah Ditengah Konflik Timur Tengah, Jelang Pertemuan Bank Sentral

Dolar AS Melemah Ditengah Konflik Timur Tengah, Jelang Pertemuan Bank Sentral

Dolar melemah dalam perdagangan yang tidak menentu pada hari Senin (16/6), karena investor memantau pertempuran antara Israel dan Iran untuk mencari tanda-tanda bahwa hal itu dapat meningkat menjadi konflik regional yang lebih luas dan bersiap menghadapi minggu yang penuh dengan pertemuan bank sentral.
Karena Iran dan Israel tidak menunjukkan tanda-tanda akan menarik diri dari serangan mereka, para pelaku pasar mempertimbangkan prospek bahwa Teheran mungkin berusaha untuk menutup Selat Hormuz – gerbang terpenting di dunia untuk pengiriman Minyak. Hal ini dapat meningkatkan risiko ekonomi yang lebih luas dari gangguan di Timur Tengah yang kaya energi.
Dolar, yang hingga saat ini selalu menjadi tempat berlindung yang aman di saat terjadi kekacauan geopolitik atau keuangan, turun 0,3% menjadi 143,73 yen Jepang setelah naik hampir 0,4% sebelumnya pada hari Senin. Euro naik 0,5% menjadi $1,1604.
Mata uang AS juga melemah terhadap franc Swiss pada 0,8104 franc, sementara indeks yang mengukur dolar terhadap enam mata uang lainnya turun 0,5% menjadi 97,74.
Mata uang yang berkorelasi positif dengan risiko seperti dolar Australia dan Selandia Baru masing-masing naik 0,9% dan 1,2%, sementara crown Norwegia yang terpapar Minyak naik hanya 0,3%, setelah mencapai level tertinggi sejak awal 2023 pada hari sebelumnya.
Pada hari Jumat, investor telah membeli kembali dolar, yang telah kehilangan lebih dari 9% nilainya terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya tahun ini karena langkah Presiden AS Donald Trump untuk membentuk kembali tatanan perdagangan global meningkatkan ketidakpastian ekonomi.
Tetapi analis kurang yakin bahwa tren tersebut dapat berlanjut sampai ada kejelasan lebih lanjut tentang tarif.
Federal Reserve AS memberikan keputusan kebijakan terbarunya pada hari Rabu, dengan konflik Israel-Iran menambah kompleksitas bagi para pembuat kebijakan.
Investor tetap khawatir atas tenggat waktu Trump terkait kesepakatan perdagangan yang jatuh tempo sekitar tiga minggu lagi, sementara perjanjian dengan mitra dagang utama, termasuk Uni Eropa dan Jepang, belum ditandatangani.
Mereka akan mencari kemajuan dalam setiap pertemuan bilateral dengan AS di sela-sela pertemuan para pemimpin Kelompok Tujuh di Kanada. (Arl)
Sumber: Reuters

Sumber

Artikel ini mengutip laporan demo.bestprofit-futures.com . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.