Harga Emas (XAU/USD) menarik beberapa penjual untuk hari kedua berturut-turut pada hari Selasa karena optimisme yang dipimpin oleh keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menunda penerapan tarif pada Uni Eropa (UE) mendukung permintaan untuk aset safe haven.
Selain itu, rebound Dolar AS (USD) yang moderat dari sekitar level terendah bulanan ternyata menjadi faktor lain yang memberikan tekanan ke bawah pada komoditas tersebut.
Namun, ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan Trump membatasi optimisme tersebut. Lebih jauh, kekhawatiran pasar yang berkembang bahwa pemotongan pajak dan RUU belanja Trump yang besar-besaran akan memperburuk defisit anggaran AS, bersama dengan ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan menurunkan biaya pinjaman lebih lanjut pada tahun 2025, mungkin membatasi USD.
Hal ini, pada gilirannya, memerlukan kehati-hatian sebelum menempatkan taruhan agresif yang merugikan pada harga Emas
Perkembangan ini memberikan sedikit kelegaan bagi pasar, meskipun investor tetap waspada di tengah ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan Trump dan ketegangan yang mengakar antara AS dan Tiongkok, dua ekonomi terbesar di dunia. Selain itu, kekhawatiran fiskal AS dan risiko geopolitik dapat memberikan dukungan pada harga Emas.
RUU Trump yang dijuluki “Rancangan Undang-Undang Besar dan Indah”, yang akan menambah sekitar $4 triliun pada defisit primer federal selama dekade berikutnya, disahkan di majelis rendah minggu lalu dan akan dipilih di Senat minggu ini. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa defisit anggaran AS dapat memburuk dengan kecepatan yang lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Sementara itu, tanda-tanda meredanya tekanan inflasi di AS mengangkat taruhan pasar bahwa Federal Reserve pada akhirnya akan turun tangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Faktanya, para pedagang memperkirakan kemungkinan setidaknya dua kali pemotongan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin pada akhir tahun, yang membuat Dolar AS tertekan mendekati level terendah bulanan.(CP)
Sumber: Fxstreet

By IT EF