Harga Minyak naik lebih dari 1% pada Rabu 921/5) pasca laporan bahwa Israel mungkin bersiap untuk menyerang fasilitas nuklir Iran meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan di Timur Tengah.
Harga Minyak berjangka Brent naik 87 sen, atau 1,3%, menjadi $66,25 per barel pada pukul 08.07 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate AS melonjak 89 sen, atau 1,4%, menjadi $62,92.
Sementara CNN melaporkan pada hari Selasa bahwa Intelijen AS menunjukkan bahwa Israel sedang bersiap untuk menyerang fasilitas nuklir Iran, mengutip dari beberapa pejabat AS.
Tidak jelas apakah para pemimpin Israel telah membuat keputusan akhir, CNN menambahkan.
“Eskalasi seperti itu tidak hanya akan membahayakan pasokan Iran, tetapi juga (membahayakan pasokan) di sebagian besar wilayah yang lebih luas,” kata ahli strategi komoditas ING.
Mengingat Iran mengekspor lebih dari 1,5 juta barel per hari (bpd), kekhawatiran akan gangguan pasokan telah membantu mendorong harga lebih tinggi, kata analis UBS Giovanni Staunovo.
Iran adalah produsen terbesar ketiga di antara anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan serangan Israel dapat mengganggu aliran dari negara tersebut.
Ada juga kekhawatiran bahwa Iran dapat membalas dengan memblokir aliran kapal tanker Minyak melalui Selat Hormuz, yang dilalui Arab Saudi, Kuwait, Irak, dan Uni Emirat Arab untuk mengekspor Minyak mentah dan bahan bakar.
Sementara AS dan Iran telah mengadakan beberapa pembicaraan tahun ini mengenai program nuklir Iran sementara Presiden AS Donald Trump telah menghidupkan kembali kampanye sanksi yang lebih kuat terhadap ekspor Minyak mentah Iran.
Meskipun ada diskusi, pejabat AS dan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memberikan komentar pada hari Selasa yang menunjukkan kedua belah pihak masih jauh dari penyelesaian.
Namun, ada beberapa tanda-tanda peningkatan pasokan Minyak mentah. Stok Minyak mentah AS naik minggu lalu sementara persediaan bensin dan sulingan turun, kata sumber pasar, mengutip angka-angka American Petroleum Institute pada hari Selasa.
Sementara investor juga akan menilai data stok Minyak AS dari Energy Information Administration pada hari ini.(yds)
Sumber: Reuters

By IT EF