Harga Emas naik ke level tertinggi lebih dari sepekan pada Rabu (21/5), yang didukung oleh melemahnya dolar dan permintaan safe haven karena Presiden AS Donald Trump gagal meyakinkan para pendukung partai Republik guna mendukung rancangan undang-undang pajaknya secara luas.
Harga Emas spot naik 0,5% menjadi $3.306,68 per ons, pada pukul 08.30 GMT. Harga Emas berjangka AS naik 0,7% menjadi $3.308,60.
“Sekali lagi terjadi perubahan arah terkait kekhawatiran mengenai situasi fiskal AS dan pendorongnya adalah penurunan peringkat Moody’s, dan pasar tertarik dengan level $3.300 kemarin,” kata analis UBS Giovanni Staunovo.
“Kekhawatiran fiskal ini membebani dolar, dan dolar yang melemah mendukung harga Emas,” tambah Staunovo.
Dolar merosot ke level terendah dalam dua minggu terhadap mata uang lainnya, membuat Emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang asing.
Dalam pertemuan tertutup di Capitol Hill, Trump secara blak-blakan memperingatkan Partai Republik di DPR untuk tidak mendesak perubahan lebih lanjut pada RUU yang luas itu, yang akan memangkas pajak dan memperketat kelayakan untuk program kesehatan Medicaid.
Sementara investor juga terus mencermati perkembangan dalam perundingan damai Rusia-Ukraina, dan setiap kemajuan dalam kesepakatan perdagangan saat waktu terus berjalan mendekati akhir masa penangguhan tarif Trump selama 90 hari.(yds)
Sumber: Reuters

By IT EF