Thursday, 22 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Dolar Menguat karena Berlanjutnya Optimisme Kesepakatan Dagang

Dolar Menguat karena Berlanjutnya Optimisme Kesepakatan Dagang

dolar AS terus bangkit kembali pada hari Kamis (1/5) karena beberapa pembelian teknis pasca mengalami kelebihan penjualan bulan lalu, dengan investor lebih optimis tentang kesepakatan tarif antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya.
Volume lebih tipis dari biasanya, karena banyak pasar internasional tutup pada hari Kamis untuk liburan May Day.
Sementara itu, yen merosot karena Bank of Japan menurunkan perkiraan pertumbuhan karena tarif AS dan membiarkan suku bunga tetap bertahan. Yen turun ke level terendah empat minggu terhadap dolar, yang naik 1,7% menjadi 145,52 yen, menuju kenaikan harian greenback terbesar sejak November 2024.
Terhadap euro, yen jatuh ke level terendah empat bulan, dengan mata uang tunggal terakhir naik 1,4% pada 164,29 yen. Euro berada pada kecepatan untuk kenaikan harian terbesarnya terhadap yen dalam dua bulan. Keputusan BOJ untuk mempertahankan suku bunga sudah bulat dan diharapkan, tetapi prospek yang diturunkan mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga di masa mendatang. Sekarang, BOJ memperkirakan inflasi dasar akan mencapai target 2% pada paruh kedua tahun fiskal 2026 dan seterusnya, sehingga memundurkan waktu tersebut satu tahun dari proyeksi sebelumnya pada bulan Januari.
Di sisi lain, dolar menguat di berbagai mata uang, karena investor mempertimbangkan prospek kesepakatan perdagangan dengan mitra AS.
Dalam perdagangan sore, euro jatuh ke titik terendah tiga minggu terhadap dolar AS dan terakhir turun 0,4% pada $1,1286. Poundsterling juga turun 0,4% menjadi $1,3284.
Terhadap franc Swiss, dolar naik 0,6% menjadi 0,8311 franc.
Sementara Erik Bregar, direktur, manajemen risiko valas & logam mulia, di Silver Gold Bull di Toronto mengatakan, “Sepertinya de-dolarisasi bulan lalu telah mereda,”. “Secara keseluruhan, dolar mengikuti pergerakan obligasi pemerintah. Ketika penjualan obligasi terhenti, dolar juga mulai menguat.”(yds)
Sumber: Reuters

Sumber

Artikel ini mengutip laporan bestprofit-futures.co.id . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.